Cara Mengisi SPT Online Tahunan Pribadi Untuk PNS dan Karyawan

Cara Mengisi SPT Online – Pajak adalah kewajiban bagi warga negara, terutama warga negara Indonesia. Meskipun ada pengecualian, pajak bersifat wajib bagi setiap orang yang sudah berpenghasilan.

Dengan pajak, negara bisa berkembang ke arah yang lebih baik. Infrastruktur dan layanan masyarakat akan berkembang dan berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, taat membayar pajak adalah salah satu ciri warga negara yang baik.

Sebagai warga negara yang baik, kita tidak hanya harus membayar pajak namun juga harus melaporkan pajak. Melaporkan pajak bisa dilakukan pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) secara langsung.

Namun, biasanya terdapat antrean yang sangat panjang dan menghabiskan waktu. Oleh karena itu, muncullah pelayanan pajak online yang bisa kalian akses dari perangkat. Simak ulasan berikut ini mengenai lapor pajak tahunan secara online.

Apa Itu SPT?

Apa Itu SPT

Membayar pajak adalah kewajiban bagi warga negara Indonesia. Namun tidak semua orang di Indonesia wajib membayar pajak, hanya masyarakat yang berstatus Wajib Pajak saja.

Ketika selesai membayar pajak, seseorang tidak berhenti di situ saja. Orang tersebut juga harus melaporkan pajak yang sudah ia bayarkan. Tentu saja, sama seperti membayar pajak, melaporkan pajak juga harus dilakukan tepat waktu.

Melaporkan pajak memiliki jangka waktu satu tahun sekali. Laporan ini berbentuk Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak dan harus dilaporkan sebelum tanggal tertentu. Seperti di tahun 2021, SPT Pajak harus dilaporkan sebelum tanggal 31 Maret 2021. Lebih dari tanggal tersebut, seorang Wajib Pajak dikenai denda sebesar Rp100.000.

Lalu bagaimana cara seseorang bisa melaporkan SPT Pajak? Caranya adalah dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) agar bisa melaporkan SPT Pajak.

Namun, melaporkan SPT Pajak dengan cara konvensional seperti ini memakan banyak waktu. Bahkan, waktu yang terbuang adalah untuk menunggu antrean para Wajib Pajak yang sama – sama ingin melaporkan SPT Pajak.

Fungsi SPT Perorangan

Fungsi SPT Perorangan

Sudah membayar pajak, namun mengapa masih harus melaporkan pajak lagi? Pertanyaan seperti ini sangat sering muncul di benak masyarakat Indonesia. Ternyata, lapor SPT Pajak memiliki banyak sekali fungsi penting, beberapa di antaranya adalah:

  1. Alat memeriksa pajak
  2. Alat memeriksa kekayaan pribadi
  3. Bukti ketaatan kepada negara Indonesia
  4. Menghindari sanksi
  5. Mendapatkan kepercayaan dari publik

SPT Online

SPT Online

Mendatangi KPP untuk mengurus SPT Pajak bagi sebagian besar orang sangat membuang – buang waktu. Terlebih bagi orang yang memiliki waktu yang ketat, contohnya pegawai kantor.

Untungnya, sekarang sudah ada layanan lapor pajak online atau SPT Online. Kalian bisa langsung melaporkan SPT dengan mudah, bahkan bisa melalui perangkat seperti smartphone.

Baca juga:   Pajak Penghasilan

Bayangkan, sebelum ada SPT Online, masyarakat saling berdesakkan dan harus menunggu antrean hingga berjam – jam. Telat sedikit saja, orang tersebut tidak akan bisa melaporkan SPT di hari tersebut. Mau tidak mau, orang tersebut harus datang lagi di kemudian hari hanya untuk bisa melaporkan SPT Pajak.

Formulir SPT Online

Formulir SPT Online

Sebelum melaporkan dalam melakukan cara mengisi SPT Online, kalian harus menyiapkan beberapa dokumen terlebih dahulu. Salah satunya adalah formulir. Terdapat tiga formulir yang tersedia sesuai dengan kegunaannya, yaitu:

  1. Formulir 1770, untuk Wajib Pajak dengan penghasilan dari bisnis atau pekerjaan bebas, penghasilan yang didapatkan dari satu pemberi kerja
  2. Formulir 1770 S, untuk Wajib Pajak berstatus sebagai karyawan. Dengan jumlah penghasilan bruto lebih dari 60 juta Rupiah dan atau sang Wajib Pajak bekerja pada dua perusahaan atau lebih dalam kurun waktu satu tahun
  3. Formulir 1770 SS, untuk seorang Wajib Pajak berstatus sebagai karyawan. Dengan jumlah penghasilan bruto tidak lebih dari 60 juta Rupiah, serta sang Wajib Pajak hanya bekerja pada satu perusahaan atau instansi dalam kurun waktu satu tahun

Dokumen SPT Online

Dokumen SPT Online

SPT Online membutuhkan beberapa dokumen yang harus kalian persiapkan terlebih dahulu, yaitu:

  1. Bukti potong 1721 A1 sebagai bukti untuk Wajib Pajak yang berstatus sebagai pegawai swasta, atau 1721 A2 untuk Wajib Pajak yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS)
  2. Bukti potong 1721 VII sebagai bukti pemotongan untuk PPh Pasal 21 yang bersifat final
  3. Bukti potong PPh Pasal 23 untuk penghasilan yang berasal dari sewa selain tanah dan bangunan
  4. Bukti potong PPh Pasal 4 ayat 2 untuk bukti pemotongan pajak sewa tanah dan bangunan
  5. Daftar penghasilan pribadi
  6. Daftar harta pribadi yang dimiliki Wajib Pajak, yaitu buku tabungan, sertifikat tanah dan atau bangunan serta hutang atau rekening hutang
  7. Daftar tanggungan keluarga Wajib Pajak
  8. Bukti pembayaran zakat atau sumbangan lain yang sudah kalian keluarkan
  9. Dokumen terkait lainnya

Cara Mengisi SPT Online

Mengisi SPT Online

Setelah menyiapkan berbagai dokumen yang diperlukan, sekarang saatnya kalian mengisi SPT Online. Jika kalian pertama kali mengisi SPT Online, mungkin kalian akan kesulitan mengisinya. Namun, kalian bisa mengisi SPT Online dengan mengikuti langkah – langkah yang sudah kami persiapkan untuk kalian. Silakan ikuti langkah – langkah berikut untuk mengisi SPT Online:

  1. Masuk ke situs berikut ini: https://djponline.pajak.go.id atau efiling.pajak.go.id
  2. Masukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta password akun DJP Online kalian
  3. Klik “Login”
  4. Pilih layanan “e-Filing”
  5. Pilih atau klik “Buat SPT”
  6. Kalian akan dipandu untuk mengisi e-Filing dengan menjawab beberapa pertanyaan sebelum masuk ke SPT
  7. Jawablah pertanyaan sesuai dengan kondisi dan jumlah penghasilan yang sesuai
  8. Pilih formulir yang sesuai dengan penghasilan kalian, bisa 1770, 1770 S, serta 1770 SS.
  9. Jika kalian sudah tahu cara mengisi formulir tersebut, silakan pilih jawaban “Dengan Bentuk Formulir”. Namun jika kalian butuh bantuan dan butuh panduan, pilih jawaban “Dengan Panduan.”
  10. Jika memilih “Dengan Panduan”, silakan klik SPT sesuai dengan formulir dengan panduan
  11. Setelah itu, silakan lakukan pengisian e-Filing sesuai formulir yang dipilih tadi
  12. Klik langkah berikutnya
  13. Silakan isi daftar pemotongan atau pemungutan PPh oleh pihak lain serta PPh yang ditanggung pemerintah dengan menekan “Tambah +” di pojok kanan atas
  14. Kalian akan masuk ke bagian bukti potong PPh baru, masukkan ke kolom yang tersedia
  15. Perhatikan hal berikut:
  • Jika kalian mengisi penghasilan dari pekerjaan, silakan pilih Pasal 21 di kolom “Jenis Pajak”
  • Isi NPWP pemberi kerja atau perusahaan tempat Anda bekerja atau bendahara. Jika NPWP yang kalian masukkan sudah benar, maka selanjutnya nama perusahaan atau bendahara dari NPWP tersebut akan muncul otomatis pada kolom “Nama Pemotong/Pemungut Pajak”
  • Selanjutnya isi nomor bukti, tanggal bukti, serta nominal PPh yang dipotong atau dipungut
  1. Klik simpan, ringkasan potongan pajak kalian akan ditampilkan di sini
  2. Klik langkah berikutnya
  3. Masukkan nominal penghasilan neto dalam negeri yang berkaitan dengan pekerjaan
  4. Klik langkah berikutnya
  5. Jika ada, silakan masukkan penghasilan dalam negeri, contohnya sewa kontrakan dan bunga deposito
  6. Klik langkah berikutnya
  7. Masukkan penghasilan luar negeri jika ada
  8. Jika ada, silakan masukkan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak, contohnya warisan senilai Rp5.000.000
  9. Klik langkah berikutnya
  10. Jika ada, silakan masukkan penghasilan yang telah dipotong PPh Final, misalnya hadiah undian
  11. Klik langkah berikutnya
  12. Selanjutnya, silakan memasukkan harta yang kalian miliki dengan memberi centang pada jawaban “Ya” pada kolom pertanyaan “Apakah Anda memiliki harta?”
  13. Masukkan harta yang kalian miliki satu per satu dengan klik tombol “Tambah +” di sebelah kanan, isi sesuai dengan data yang tepat
  14. Selanjutnya, silakan memasukkan hutang yang kalian miliki dengan memberi centang pada jawaban “Ya” pada kolom pertanyaan “Apakah Anda memiliki utang?”
  15. Masukkan hutang yang kalian miliki satu per satu dengan klik tombol “Tambah +” di sebelah kanan, isi sesuai dengan data yang tepat
  16. Jika kalian sebelumnya sudah pernah melaporkan daftar hutang, kalian bisa menampilkan daftar hutang tersebut dengan memilih “Utang Pada SPT Tahun Lalu”
  17. Tambahkan tanggungan yang kalian miliki
  18. Jika kalian sebelumnya sudah pernah melaporkan daftar tanggungan, kalian bisa menampilkan daftar tanggungan tersebut dengan memilih “Tanggungan Pada SPT Tahun Lalu.”
  19. Klik langkah berikutnya
  20. Silakan isi zakat atau sumbangan keagamaan wajib yang kalian bayarkan ke lembaga pengelola yang disahkan pemerintah atau legal, sebagai contoh ke Baznas
  21. Klik langkah berikutnya
  22. Selanjutnya adalah bagian status kewajiban pajak suami istri, perhatikan hal – hal berikut:
  • Silakan isi status perkawinan serta status kewajiban perpajakan suami
  • Silakan pilih golongan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) kalian
  • Perhatikan status perpajakan kalian, seperti suami atau istri (MT), hidup berpisah (HB), atau perjanjian pemisahan harta (PH)
  1. Klik langkah berikutnya
  2. Jika ada, silakan isi pengembalian atau pengurangan PPh Pasal 24 dari penghasilan luar negeri kalian
  3. Klik langkah berikutnya
  4. Jika ada, silakan isi pembayaran PPh Pasal 25 dan Pokok SPT PPh Pasal 25 dan jika tidak ada, biarkan kosong
  5. Klik langkah berikutnya
  6. Kalian akan masuk ke bagian perhitungan Pajak Penghasilan (PPh). Kalian akan melihat perhitungan PPh dan SPT kalian berdasarkan data yang sudah kalian masukkan tadi
  7. Status SPT kalian akan terlihat di bagian bawa, status tersebut berupa Nihil, Kurang Bayar, atau Lebih Bayar
  8. Silakan periksa kembali data yang ditampilkan di sini, jika sudah selesai, silakan klik langkah berikutnya
  9. Selanjutnya, jika status SPT kalian adalah “Kurang Bayar”, akan muncul pertanyaan “Sudahkah Anda melakukan pembayaran?”.
  10. Jika belum silakan klik jawaban belum dan jika sudah membayar silakan klik jawaban sudah
  11. Jika sudah membayar, masukkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan tanggal bayar sesuai bukti pembayaran yang kalian miliki
  12. Jika tidak memiliki kewajiban PPh Pasal 25, silakan klik langkah berikutnya
  13. Beri centang pada bagian “Setuju/Agree” lalu klik langkah berikutnya
  14. Selanjutnya akan muncul ringkasan SPT kalian dan pengambilan kode verifikasi
  15. Silakan klik “Di Sini” pada kolom kode verifikasi untuk mengambil kode verifikasi kalian
  16. Tentukan “email” atau “nomor handphone” pada bagian “Kode Verifikasi Dikirim ke?”
  17. Silakan cek email atau nomor smartphone kalian sesuai dengan pilihan tadi untuk mengecek kode verifikasi SPT kalian
  18. Masukkan kode verifikasi yang sudah kalian dapatkan pada kolom kode verifikasi
  19. Selanjutnya, silakan klik “Kirim SPT”
  20. Cek email kalian untuk melihat Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) SPT Pajak Online atau e-Filing sesuai dengan formulir yang kalian pilih di awal
Baca juga:   Pengertian Asuransi Kesehatan

Penutup

Demikianlah ulasan mengenai cara mengisi SPT Online yang bisa kalian isi dari perangkat komputer, laptop, maupun smartphone. Sangat mudah dan cepat, serta tidak butuh mengantre hingga berjam – jam.

Kalian bisa mengakses layanan SPT Online ini dimana saja dan kapan saja sehingga kalian bisa lebih fleksibel dalam melaporkan pajak kalian. Semoga artikel bappedaintanjaya ini bermanfaat untuk kita semua. Selamat mencoba!