Asir Mirip, S.Pd,M.Si

NIP. 19690606 199610 1 002
Tempat Tgl Lahir : Dudusiga, 06 Juni 1969
Pangkat/Gol : Pembina Utama Muda (IV/c)
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Intan Jaya
Eselon : II.b

SEJARAH

Kabupaten Intan Jaya adalah daerah otonom baru (DOB) hasil pemekaran dari Kabupaten Paniai pada tahun 2008. Kabupaten Intan Jaya memiliki luas wilayah 3.922,02 km2. Kabupaten ini memiliki enam distrik yang terdiri dari Distrik Agisiga, Biandoga, Hitadipa, Homeyo, Sugapa, dan Wandai. Meskipun hampir sepuluh tahun mekar dari Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya masih menghadapi berbagai permasalahan pembangunan, antara lain adalah rendahnya kualitas SDM masyarakat, kemiskinan dan ketimpangan pertumbuhan eknomi, ketertinggalan, keterisolasian dan berbagai persoalan lain yang berimplikasi pada rendahnya daya saing Kabupaten Intan Jaya.

Sejak dimekarkan dari Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya telah terus mengalami peningkatan capaian pembangunan dari tahun ke tahun. Mulai tahun 2011 hingga saat ini Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Intan Jaya yang berhasil naik 4 poin. Meskipun demikian, capaian tersebut masih relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata capaian Provinsi Papua pada tahun yang sama. Menurut data BPS Provinsi Papua, persentase penduduk miskin di Kabupaten Intan Jaya justru mengalami peningkatan sebesar 3,18 persen.

Dalam rangka mengatasi berbagai persoalan tersebut, dibutuhkan berbagai intervensi dari berbagai bidang secara komprehensif melalui sebuah perencanaan pembangunan jangka menengah yang sistematis, terarah dan sinergis dengan berbagai kebijakan di level provinsi dan nasional, agar tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan dan program pembangunan daerah yang disusun mampu memberikan dampak yang baik bagi penyelesaian berbagai persoalan dalam urusan-urusan pemerintahan secara optimal.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pemerintah daerah diberi mandat untuk menyusun perencanaan pembangunan yang sistematis dan terarah. Perencanaan tersebut dituangkan dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk periode lima tahunan. Dokumen RPJMD merupakan dokumen yang berisi perencanaan pembangunan untuk merespon berbagai permasalahan dari berbagai urusan. Dokumen tersebut akan digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembangunan daerah, sekaligus untuk menerjemahkan visi dan misi kepala daerah. Selain itu penyusunan RPJMD menjadi sangat krusial karena RPJMD menjadi basis pedoman bagi penyusunan Rencana Strategis (Renstra) seluruh Perangkat Daerah di Kabupaten Intan Jaya. Dokumen RPJMD digunakan sebagai panduan bagi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Intan Jaya agar lebih efektif, efisien, terarah, dan memberikan dampak yang terukur.